Ciri-ciri penyakit amandel sering terjadi, bisa berbahaya!

Amandel – Penyakit amandel biasanya muncul ketika si kecil tiba-tiba mengalami demam, batuk, dan pilek. Gejala ini menandakan ciri khas tonsilitis atau sakit tenggorokan.

Masalah pernapasan yang menyebabkan anak Anda mengalami demam, batuk, dan pilek biasanya disebut infeksi saluran pernapasan atas. Infeksi ini dapat menyerang hidung, rongga sinus, tenggorokan, dan amandel. Keluhan ini harus sering menimpa anak Anda dan membuat Mampaps menjadi cemas.

Virus dan bakteri adalah penyebab umum infeksi saluran pernapasan atas, tablet Mom. Jadi, Mampaps, amandel bisa meradang saat anak Anda demam, batuk, dan pilek.

Ciri-ciri penyakit amandel sering terjadi
Amandel dapat disebabkan oleh beberapa faktor, dan pengobatan serta metode pengobatan dapat berbeda untuk setiap jenis amandel. Tetapi yang terbaik adalah melakukan pencegahan sesegera mungkin agar bayi tidak mengalami amandel.

Pernahkah Anda mendengar mambap bahwa tenggorokan adalah pintu gerbang ke saluran pernafasan dan nutrisi? Sistem pertahanan tenggorokan disebut organ limfatik. Salah satu organ limfoid adalah amandel (tonsil palatina). Selain amandel, terdapat organ limfatik lainnya, namun tidak dapat dilihat secara langsung.

Oleh karena itu, amandel memiliki fungsi yang sangat penting dalam melawan bakteri atau virus. Amandel bisa terlihat saat anak membuka mulut dan mengeluarkan lidahnya yang terletak di kiri dan kanan ujung posterior rongga mulut.

Amandel tumbuh pesat pada usia 5-15 tahun dan mencapai puncaknya saat anak berusia 10 tahun. Saat amandel si kecil masih berkembang, ukurannya bisa dua kali lipat ukuran orang dewasa.

Jadi, jika amandel besar pada bayi normal, begitu pula ibu.

Apa saja ciri-ciri tonsilitis?
Moms, sebelum mengetahui ciri-ciri tonsilitis. Baik untuk mengetahui penyakit amandel terbelah ibu. Penyakit amandel terbagi menjadi tonsilitis akut dan kronis dan dapat disebabkan oleh virus, bakteri dan difteri.

Cari tahu: penyebab amandel pada anak-anak

Karakteristik tonsilitis agak mirip dengan Mampaps. Biasanya ukuran amandel bertambah besar. Namun, hanya ada satu atau dua fitur. Ciri inilah yang membedakan setiap penyakit amandel.

Tonsillitis akut
Biasanya ada tanda-tanda peradangan seperti kemerahan dan membesarnya ukuran. Selain itu, terdapat bintik-bintik putih di permukaan amandel. Kelenjar getah bening yang membesar dan menyakitkan juga dapat terjadi.

Tonsilitis kronis
Tonsilitis kronis menunjukkan tanda-tanda peradangan seperti tonsilitis akut. Selain itu permukaan amandel tidak rata dan lekukan pada tonsil juga melebar. Kelenjar getah bening Anda juga akan membesar, Pak.

Penyakit amandel disebabkan oleh virus, bakteri dan difteri
Sifat-sifat tonsilitis virus umumnya lebih ringan daripada bakteri Mampaps. Penyakit amandel yang disebabkan oleh bakteri memiliki permukaan yang sangat merah (merah ceri). Penyakit amandel yang disebabkan oleh bakteri juga muncul sebagai bercak putih di permukaan amandel. Juga, ada bintik-bintik merah di langit-langit mulut si kecil ya bu.

Berbeda dengan tonsilitis yang disebabkan oleh difteri, maternal. Ibu dapat melihat perbedaannya dengan semakin banyaknya bintik putih kotor yang menyebar di permukaan amandel.

Bintik putih kotor ini disebut pseudomembran karena mudah berdarah saat dihilangkan. Pseudomembran ini merupakan ciri khas penyakit amandel yang disebabkan oleh difteri.

Kalau radangnya reda, biasanya amandel kembali normal pak. Proses penyembuhan ini akan lebih cepat terjadi pada tonsilitis yang disebabkan oleh virus.
Penyakit amandel dapat menyerang telinga, hidung, dan organ terdekat lainnya. Selain itu, selaput otak, tulang dan ginjal juga bisa terpengaruh ya bu. Biasanya, organ lain dapat terpengaruh jika disebabkan oleh bakteri yang menyebarkannya ke organ lain melalui darah atau melalui pembuahan langsung.

Nah, itulah tadi rasa radang amandel. Semoga dengan adanya informasi ini pengetahuan ibu dan ayah tentang amandel semakin meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *